
Keputusan memindahkan anak dari sekolah formal jarang datang tiba-tiba. Biasanya ada tanda yang menumpuk: anak sulit fokus di kelas besar, jadwal latihan olahraga atau syuting yang bentrok, kondisi kesehatan, pindah kota, atau anak yang mulai kehilangan semangat belajar. Kabar baiknya, pindah ke homeschooling tidak berarti keluar dari sistem pendidikan. Lewat PKBM yang berizin, anak tetap terdaftar resmi, tetap belajar dengan Kurikulum Merdeka, dan tetap bisa memperoleh ijazah Paket A, B, atau C yang setara SD, SMP, dan SMA.
Panduan ini merangkum langkah-langkah yang biasanya dilalui keluarga saat pindah dari sekolah formal ke homeschooling, dari pertimbangan awal sampai minggu-minggu pertama belajar.
1. Kenali alasan utamanya, lalu bicarakan dengan anak
Sebelum mengurus dokumen, luangkan waktu untuk menuliskan alasan utama keluarga. Apakah anak butuh jadwal yang lebih fleksibel? Butuh suasana belajar yang lebih tenang dan kelompok yang lebih kecil? Atau ingin menekuni bakat tertentu dengan lebih serius? Alasan ini akan menentukan pilihan cara belajar yang paling cocok nanti.
Libatkan anak sejak awal, terutama remaja. Anak yang ikut memutuskan biasanya lebih cepat beradaptasi. Tanyakan apa yang ia sukai dan tidak sukai dari sekolahnya sekarang, serta apa yang ia harapkan dari tempat belajar barunya.
2. Pastikan lembaganya resmi dan terdata
Homeschooling yang ijazahnya diakui negara dijalankan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang memiliki izin operasional dan NPSN. Hal-hal yang perlu Bapak/Ibu periksa:
- Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) lembaga, yang bisa dicek di situs Data Referensi Kemendikdasmen.
- Izin operasional dari pemerintah daerah.
- Apakah peserta didik didaftarkan di Dapodik, sehingga data belajar dan NISN anak tetap tercatat.
Sebagai contoh, PKBM Homeschooling HSPG terdata dengan NPSN P9998400 dan izin operasional 423.8/8-DPMPTSP/OL/2022. Penjelasan lengkap tentang legalitas ijazah kesetaraan bisa dibaca di FAQ Legalitas.
3. Siapkan dokumen pindahan
Dokumen yang umumnya diminta saat mendaftar di PKBM antara lain:
- Kartu Keluarga dan akta kelahiran.
- Rapor terakhir atau ijazah jenjang sebelumnya, bila sudah ada.
- Surat keterangan pindah dari sekolah asal.
- NISN, bila anak sudah memilikinya.
- Pas foto terbaru.
Jangan khawatir bila ada dokumen yang belum lengkap. Admin PPDB biasanya membantu memeriksa kelengkapan dan proses pindah data saat konsultasi.
4. Apakah anak harus mengulang kelas?
Ini pertanyaan yang paling sering muncul. Pada umumnya tidak. Data anak dipindahkan melalui Dapodik, dan jenjang penempatan ditentukan dari rapor terakhir serta asesmen awal, bukan dari usia saja. Siswa pindahan juga bisa bergabung di tengah semester setelah menjalani asesmen.
Asesmen awal di sini bukan tes masuk. Tujuannya mengenal minat, kekuatan, dan gaya belajar anak supaya rencana belajarnya tepat sejak hari pertama.
5. Pilih cara belajar yang paling sesuai
Salah satu kelebihan homeschooling adalah pilihan cara belajarnya. Di HSPG misalnya, tersedia kelas individual bersama tutor, kelas komunitas kecil maupun besar (2–10 peserta) di kampus BSD atau Tebet, kelas jarak jauh secara daring, hingga kelas mandiri bersama orang tua. Pilihan ini bisa dikombinasikan dan disesuaikan lagi di semester berikutnya. Detailnya ada di halaman Cara Belajar.
Bila ragu, manfaatkan kelas percobaan (trial class) agar anak bisa merasakan suasana belajarnya lebih dulu sebelum memutuskan.
6. Melewati 30 hari pertama
Masa adaptasi adalah bagian penting dari perpindahan. Gambaran umum bulan pertama:
- Minggu pertama: asesmen awal dan perkenalan dengan tutor serta kelompok belajar.
- Minggu kedua: tutor, orang tua, dan anak menyepakati Rencana Pembelajaran Personal (RPPersonal): target, kecepatan belajar, dan proyek yang akan dikerjakan.
- Minggu ketiga dan keempat: jadwal mingguan mulai berjalan, dan orang tua menerima catatan perkembangan pertama.
Di rumah, Bapak/Ibu bisa membantu dengan menyiapkan sudut belajar yang tenang dan konsisten, serta lebih sering bertanya "hari ini kamu membuat atau mempelajari apa?" daripada sekadar menanyakan nilai. Setiap anak punya kecepatannya sendiri, jadi wajar bila butuh beberapa minggu untuk menemukan ritme baru.
Siap memulai?
Pindah ke homeschooling adalah cara lain untuk memastikan anak tetap belajar dan berkembang sesuai dirinya, dengan ijazah yang tetap diakui. PKBM Homeschooling HSPG di BSD Serpong dan Tebet, Jakarta Selatan, membuka pendaftaran sepanjang tahun untuk Paket A, B, dan C. Lihat alur pendaftaran di halaman Biaya & PPDB, atau konsultasikan kebutuhan anak Anda secara gratis melalui WhatsApp 0812-9357-7121.



